Berita

Iqbaal Ramadhan akan membintangi adaptasi film Bumi Manusia

 

Perusahaan produksi Falcon Pictures telah mengumumkan akan mengadaptasi novel Bumi Manusia ke dalam film.

Ditulis oleh raksasa sastra terkenal Pramoedya Ananta Toer, buku ini adalah yang pertama dari tetralogi yang ditulis sementara Toer dipenjara di Pulau Buru, Maluku. Ditetapkan pada tahun 1898 hingga 1918 ketika Indonesia berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda, ia menangkap munculnya gerakan kebangkitan nasional dan pengaruh pemikiran Hindia Belanda di Indonesia.

Aktor Iqbaal Ramadhan akan memainkan karakter utama Minke, seorang pribumi yang dapat mendaftar di sekolah eksklusif untuk Belanda. Minke dianggap revolusioner karena dia sering membela Belanda untuk menuntut haknya dan dia memandang semua orang sama.

Para pemain dan kru film itu terungkap pada konferensi pers di Sleman, Yogyakarta, Kamis, sebagaimana dikutip oleh Antara.

Hanung Bramantyo akan berperan sebagai sutradara dengan Salman Aristo sebagai penulis skenario, sementara pemeran lainnya adalah Mawar Eva De Jongh, Ine Febriyanti, Donny Damara dan Ayu Laksmi.

Baca juga: Pameran mengungkapkan sekilas langka legenda sastra Pramoedya Ananta Toer

Iqbaal pertama naik menjadi ketenaran sebagai anggota boyband Cowboy Junior pada tahun 2011. Pada tahun 2018, ia membintangi peran tituler dalam film Dilan yang sukses secara komersial: 1990, box office tahun ini dengan 6.315.096 pemirsa.

Hanung mengatakan Minke yang berumur 20 tahun, yang menyerap budaya Eropa dan Jawa, agak mirip dengan generasi millennial yang menghadapi guncangan budaya. Iqbaal yang berusia 18 tahun, yang baru saja lulus dari program pra-perguruan tinggi di Armand Hammer United World College of American West di New Mexico, Amerika Serikat, dianggap sempurna untuk peran tersebut.

Pertama kali diterbitkan pada tahun 1980 oleh penerbit Hasta Mitra, Bumi Manusia dilarang oleh Jaksa Agung Indonesia pada tahun berikutnya. Pada tahun 2005, buku ini diterbitkan oleh Lentera Depantara, setelah diterjemahkan ke dalam 33 bahasa.

Pembuatan film akan dimulai pada bulan Juli dan akan berlangsung di Yogyakarta, Semarang dan Belanda.

Ada beberapa upaya untuk mengadaptasi buku itu menjadi sebuah film. Yang pertama adalah pada tahun 2004 oleh produser film Hatoek Soebroto dengan perusahaannya, Elang Perkasa Corporation.

Pada tahun 2010, Mira Lesmana dari Miles Films menyatakan bahwa mereka telah menyelesaikan skenario dan penelitian untuk lokasi syuting akan mengikuti. Kemudian pada tahun 2015, sutradara Anggy Umbara menegaskan bahwa ia akan mengarahkan film ini di bawah Falcon Pictures. Dua tahun kemudian, Hanung Bramantyo terpilih sebagai sutradara. (wng)

Ikutin Informasi Lebih Lanjut Silahkan Kunjungi http://filmroster.com/

Tags
Show More
Close