Business

Menghindari Dampak Buruk Marah Pada Anak

Ketika seorang anak tampak bandel dan tidak mudah menurut saat diatur, beberapa orang tua sering mengekspresikan nya dengan memarahi anak mereka. Memang, marah adalah salah satu sifat dasar manusia yang tidak bisa hilang begitu saja dari keseharian mereka. Selain itu, sebagaimana diketahui bahwa mengasuh anak memang tidak hanya memerlukan kondisi fisik prima namun juga mental yang kuat terlebih untuk menghadapi tingkah laku anak. Namun, tentu marah bukan pilihan yang bijak dan selalu di hindari dalam setiap tips – tips parenting. Pada kesempatan ini, kita akan membahas mengenai dampak buruk marah kepada anak-anak.

Perlu dipahami bahwa perlakukan orang tua terhadap anak akan sangat membekas di hati anak-anak. Ketika orang tua memperlakukan anak mereka dengan marah-marah, tentu ada beberapa dampak yang akan muncul. Lantas, apa saja dampak yang bisa muncul dari sifat marah orang tua kepada anak? Simak beberapa penjelasan di bawah ini. Selamat membaca.

Dampak Buruk Dari Kemarahan Orang Tua

Sifat pemarah sebaiknya memang harus dijaga dari orang tua. Orang tua yang selalu marah pada anak akan membuat anak merasa ketakutan dan seolah tidak memiliki pelindung. Nah, secara garis besar, dampak buruk marah pada anak yang bisa muncul diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Kerusakan Sel pada Otak Anak

Ada salah satu penelitian yang mengatakan bahwa anak yang terlalu sering dimarahi oleh orang tuanya memiliki potensi mengidap kerusakan sel otak yang cukup serius. Kerusakan sel tersebut muncul akibat tekanan saraf yang menegang karena dimarahi. Saraf yang menegang akan menuju otak dan memacu otak untuk berpikir lebih keras, terutama karena ketakutan. Sel otak anak cenderung lebih labil dan belum terlalu kuat. Jika tekanan ini berlangsung terus menerus maka kerusakan sel tidak bisa dihindari.

  • Anak Sering Depresi

Dunia anak adalah dunia bermain. Namun, ketika anak selalu dimarahi orang tua maka ia akan kehilangan keceriaan nya. Salah satu dampak buruk marah yang bisa terjadi pada anak adalah mereka akan menjadi lebih sering depresi dan murung. Anak akan kehilangan selera untuk bercanda karena adanya ketakutan jika ia disalahkan. Tidak hanya itu, pada level yang lebih akut, anak akan sering merasa dirinya bersalah dan cenderung tumbuh sebagai anak yang tidak percaya diri.

  • Anak Tumbuh Kasar dan Temperamental

Hal lain yang menjadi dampak buruk dari kemarahan orang tua kepada anak adalah anak akan tumbuh menjadi pribadi yang kasar serta temperamental. Ya, hal ini cukup masuk akal karena anak akan berusaha meniru apa yang orang tua mereka lakukan. Jika apa yang mereka terima setiap hari adalah rasa marah, maka dalam memori otaknya akan tersimpan rasa marah yang bisa meledak di kemudian hari.

Dengan beberapa dampak buruk marah tersebut, maka sebaiknya orang tua harus senantiasa lebih hati-hati dalam bersikap kepada anak mereka. Semoga bermanfaat.

Show More
Close