Pendidikan

Mengenal Rumah Klasik Adat Buton

Rumah Klasik Adat Buton

Mengenal Rumah Klasik Adat Buton

rumah adat Buton yang berada di Sulawesi Tenggara yang sebetulnya diberi nama dengan banua walio serta dan yang dihuni oleh sultan diberi nama dengan malige. Pada umumnya, penduduk lebih mengenal malige dengan panggilan rumah adat buton. Rumah ini mempunyai model rumah klasik panggung dengan atap pelana bertumpang dua.

Di bagian gevel rumah adat Sulawesi Tenggara ini mempunyai jendela untuk angin serta di bagian bawahnya ada teritis pelana. Untuk rumah bangsawan yang cukuplah punya pengaruh, bentuk bangunan dapat setinggi empat lantai dimana ruangan bubungan akan dipakai jadi tempat untuk beraktivitas.

Tiang penyangga rumah adat ini dilanjutkan dari bawah sampai atas serta dari atap akan ditumpangkan pada bagian pondasi umpak berupa piramida terpancung. Sisi tangga utama untuk sampai lantai panggung lumayan besar serta luas yang ada dibagian depan. Sebelum sampai dibagian di rumah, akan ada teras yang lebarnya sama juga dengan tangga.

Kontruksi Rumah Adat Buton

rumah klasik

Baik tangga dan teras akan dibatasi dengan pagar karawang yang berukuran pendek. Denah rumah adat ini sendiri memanjang mengarah belakang dengan lima buah tiang depan yang mengartikan empat modul susunan di bagian depan. Sedang untuk bagian lain, jumlahnya tiang samping akan berlainan yang sesuai dengan status sosial pemilik rumah.

Bila jumlahnya tiang empat, jadi rumah itu punya rakyat biasa, bila sekitar enam jadi dipakai bangsawan apabila sejumlah delapan jadi dihuni oleh Sultan. Pembagian ruangan untuk rumah sultan akan diawali dari sisi depan selama dua modul susunan yang digunakan untuk ruangan adat bersama-sama. Dengan lebar empat modul, jadi susunan bermakna ruangan depan akan mempunyai luas delapan modul susunan. Modul ikut terdiri jadi tiga ke belakang. Di bagian kiri serta kanan tiap-tiap modul untuk kamar, bagian tengah dua modul untuk perputaran serta ruangan pertemuan.

Modul susunan ke-3 di samping kiri digunakan menjadi kamar tidur tamu serta untuk samping kanan dipakai menjadi ruangan makan tamu. Modul ke empat digunakan untuk anak sultan yang telah menikah serta modul ke lima untuk ruangan makan sultan serta modul ke enam dan ke-7 untuk kamar sultan bersama keluarga. Kamar kamar yang berada di lantai dua mempunyai tangga sendiri tiap-tiap satu modul serta digunakan untuk tamu. Sedang untuk dapur terdapat di bangunan berlainan yang lebih kecil di luar malige serta tersambung dengan koridor. koharubiyori.net

Show More
Close